Thursday, May 23, 2013

Daftar Kegiatan Asyik Saat Liburan

Dari pengalaman pribadi,  kegiatan asyik saat liburan sebagai berikut :

1. Memasak makanan favorit kita
Memasak cukup menyenangkan bagi saya. Walaupun masih dalam tahap belajar namun kegiatan ini sangat menyenangkan. Mulai dari belanja bahan, meracik bumbu, memotong sayur, dll semuanya asyik. Memasak lebih menyenangkan jika yang kita masak adalah makanan favorit kita. Hal ini akan menambah semangat kita. Dan yang paling menyenangkan dari memasak adalah ketika orang yang kita sayangi (suami, ibu, bapak, kelaurga) menyukai masakan kita. Hal lain yang bisa dicoba dalam kegiatan memasak saat libur adalah dengan mencoba resep baru atau juga bisa memasak bersama suami/keluarga kita. Pasti asyik hehe..

2. Jalan-jalan
Hem..kegiatan ini memang jadi hobi kami. Kami suka semua jenis tempat rekreasi baik indoor atau outdoor. Namun di antara keduanya kami lebih suka outdoot. Kami sering mengunjungi tempat-tempat baru yang masih jarang dikunjungi orang lain. Tempat jalan-jalan kami biasanya gunung, pantai, air terjun, dll.

3. Kumpul di rumah bareng keluarga
Kegiatan yang satu ini memang tiada tandingannya. Apalagi saat ini kami masih LDRan sehingga berkumpul dengan belahan jiwa adalah kebahagiaan yang tiada ternilai harganya.

4. Berkunjung ke rumah keluarga dan kerabat
Tak ada salahnya jika kita mengagendakan berkunjung ke rumah saudara atau kerabat di saat libur. Hal ini selain dapt meningkatkan tali silaturahim juga dapat memperpanjang umur lho (di hadist). Selain itu juga bikin kita tambah akrab dengan keluarga. Kita juga tahu kabar-kabar mengenai keluarga atau kerabat kita.

5. Olahraga 
Kegiatan ini sebenarnya tidak harus dilakukan saat liburan. Namun dengan olahraga di saat liburan kita dapat lebih santai tanpa dibanyangi jadwal-jadwal lain seperti ketika tidak libur. Olahraga yang dilakukan bisa bermacam-macam dan variasi. Kalau bisa jangan monoton satu olahraga saja.

6. Membaca buku
Kebetulan suami hobi beli buku. Maka dari itu kalau ada waktu luang atau pas libur biasanya saya gunakan untuk baca buku. Buku yang saya baca saat liburan biasanya yang ringan. Misalnya komedi, novel, majalah, dsb.

7. Degan bareng keluarga
Di dekat rumah kebetulan ada pohon kelapa. Kalau pas panas gerah asyiknya metik kelapa muda terus dibuat degan..hem...Kegiatan ini bisa diganti dengan hal yang lain yang intinya kita metik sendiri terus dimakan sendiri. Misalnya metik durian, jambu, dll di kebun sendiri. Hehe...

8. Bersih-bersih rumah
Memang kelihatannya bikin capek tapi kalau dilakukan dengan gembira pasti asyik kok. Biasanya kalau libur saya pakai buat bersih-bersih rumah atau kost. Misalnya mencuci baju yang udah menumpuk hihihi..terus menyapu, mengepel, nyetrika, dll.

9. Window shoping
Xixixi bagi yang pengen hemat cukup window shooping aja. Shoopingnya besok-besok lagi.. 

10. Berkebun
Suami senang dengan kegiatan tanam-menaman. Rencana udah banyak banget. Pengen beli bermacam-macam bibit buat buat ditanam di halaman rumah. Semoga segera kesampaian..

11. Ngaji bareng
Kegiatan bikin hati tentrem. Dulu pas jaman masih sekolah tiap malam ahad dan ahad pagi biasanya dipakai untuk ngaji. Terus keliling dari masjid ke masjid di desa yang berupa pegunungan itu. Hehe moga besok bisa lagi. Amin

12. Ngeblog 
Mengungkapkan hal-hal yang bermanfaat dengan tulisan oke juga lho. Daripada dipendam dalam hati maka tiada orang yang tahu. Hehe...Siapa tahu bisa sukses kaya Mas Raditya itu lho..

13. Kuliner
Hehe...misal dalam sebulan libur satu kali, kita bisa gunakan satu hari libur itu untuk mencoba kuliner-kuliner unik yang ada di sekitar kita. Kebetulan di sekitar Jogja banyak sekali kuliner yang aneh-aneh misal : Belalang Goreng, Sate Klatak, Sate Kuda, Sate Kelinci Kaliurang, Lumpia Bom, Mas Kobis, Ayam Bu Rum, Tiwul Yu Tum, dll.

14. Membuat hiasan dan pernak pernik
Kegiatan ini selain melatih kreativitas dan  keterampilan juga bikin bahagian lho. Saya senang bikin bros bunga dari kain flanel, hiasan kost, bunga, menyampuli buku, papan schedule, dll. Kalau masuk kamar saya hihi kaya anak TK. Penuh pernak-pernik :p

15. Ikut kegiatan bermanfaat
Banyak banget kegiatan bermanfaat yang diselenggarakan di sekitar. Misalnya car free day, seminar nasional, pertunjukan budaya, pengajian akbar, jalan santai, sepeda santai, dan santai-santai hehe...Tinggal pilih salah satu yang kita sukai. Jangan lupa sesuaikan dengan budget dan kondisi kita.

Semoga bermanfaat,
Have a nice holiday ^_^





Air Terjun Banyu Nibo (Si Cantik yang Tersembunyi di Antara Pegunungan Wonogiri-Gunungkidul))


Selepas waktu yang memeluk Gunungkidul dalam booming Air Terjun Sri Gethuk-nya, atau Air Terjun Pantai Jogannya, kini ada air terjun lagi yang tak kalah cantik dengan yang sebelumnya. Air terjun ini bernama air terjun Banyu Nibo. Air terjun ini terletak di Dusun Ngluwur, Kepuhsari, Mayaran, Wonogiri, Jawa Tengah. Namun ada sumber lain yang menyebutkan air terjun ini terletak di Karangsari, Semin, Gunungkidul, DIY. Air terjun ini memang terletak di perbatasan dua provinsi,Jateng-DIY.

Air terjun ini mengalir dari atas  gunung yang tinggi di baliknya. Kalau tidak salah sih Gunung Panggung. O ya gunungnya itu seperti Gunung Langgeran. Jadi batunya hitam kaya gunung api purba gitu. Air terjun ini juga tidak hanya satu lho.Kalau kemarin pas ke sana kita bisa liat ada 4 air terjun yang mengalir. Air terjun paling besar dan satu lagi yang kecil berdampingan di satu tempat. Trus 2 air terjun yang lain berjauhan dan airnya kecil.

Air terjun yang paling besar itu mengalir indah dari dinding pegunungan yang kokoh. Dia mengalir bebas deras lepas menimpa batu-batu hitam di bawahnya. Sungai kecil mengalirkan air itu menuju sawah-sawah penduduk. Bumi menghijau..sawah-sawah penduduk yang permai,pohon-pohon di sekitar air terjun tak kalah hijaunya. Sungguh pemandangan yang indah. Subhanallah..

Untuk menuju ke sana rutenya sebagai berikut :
  1. Dari kota Yogyakarta mengambil arah ke timur menuju Gunungkidul (lewat Jalan Wonosari - Piyungan - naik ke Bukit Bintang - Patuk- Wonosari). Jaraknya sekitar 48 km,dapat ditempuh dalam waktu 1 jam perjalanan.
  2. Sampai Wonosari, perempatan Pemda belok kiri, ambil arah ke timur yaitu menuju Karangmojo. Jarak Wonosari - Karangmojo sekitar 7 km dapat ditempuh 15 menit.
  3. Sampai perempatan pasar Karangmojo, belok kiri menuju Semin. Karangmojo - Semin sekitar 14 km.
  4. Nah sampai Pasar Semin bisa lurus ke timur mengikuti jalan ke Karangsari. Sampai Karangsari tanya arah ke dusun Ngluwur. Sampai Ngluwur tanya penduduk insyaallah akan menunjukkan arah ke air terjun. Jalan alternatif yang lain bisa lewat pasar semin belok kiri mengikuti jalan besar. Lalu belok kanan menuju Manyaran. Lalu menuju Kepuhsari - Ngluwur - Banyu Nibo. Perjalanan dari Semin ke air terjun sekitar 20 menit.
  5. Menurut pengalaman kemarin, pemandangan lewat jalan Manyaran - Kepuhsari lebih indah daripada Pasar Semin - Karangsari. Kami kemarin bisa melihat Waduk Gajahmungkur dari atas gunung jika lewat Jalan Manyaran.
  6. Pemberhentian terakhir jika menggunakan kendaraan roda empat atau dua adalah di rumah warga yang ada pohon sawonya (maaf malah lupa tanya namanya). Kendaraan diparkir di sana. Barang bawaan berat juga bisa dititipkan. Saat in i belum dikenakan tarif parkir dan penitipan barang.Namun kita bisa memberi seikhlasnya ^_^
  7. Setelah motor diparkir, kita akan jalan kaki menuju air terjun jauhnya sekitar 150 meter yang dapat ditempuh selama 10-15 menit. Wuih...tracknya asyik, nglewati pematang-pematang sawah. Trus ada jalan yang berbatu seperti aliran air. Trus sepanjang jalan kita akan mengikuti pralon-pralon kecil yang digunakan untuk irigasi.
Selamat mencoba ^_^
Gambar 1. Jalan menuju air tejun

Gambar 2. Waduk Gajah Mungkur di kejauhan

Gambar 3. Pemberhentian terakhir (penitipan motor)

Gambar 4. Jalan menuju air terjun

Gambar 5. Jalan menuju air terjun

Gambar 6. Jalan menuju air terjun di antara pematang sawah

Gambar 7. Hampir sampai, air terjun sudah terlihat di balik pepohonan


Gambar 8. Taraaa..sampai...


Gambar 9. Melepas lelah...


Gambar 10. Air terjun yang cantik

Gambar 11. Segar....

Gambar 12. Menghirup udara yang sejuk

Gambar 13. Aliran sungai di bawah air terjun

Gambar 14. Aliran sungai di dengan bebatuan hitamnya

Gambar 15. Aliran sungai di bawah air terjun dengan bebatuan hitamnya

Gambar 16. Belahan jiwa


Gambar 17. Sawah yang menghijau



Gambar 18. Dua air terjun

Gambar 19. Si cantik yang tersembunyi

Gunung Api Purba dan Embung Langgeran (Tempat yang Indah di Ketinggian)

Tempat yang indah di ketinggian

Pagi itu kami berangkat dari Jogja hendak mudik ke timur jauh. Karena datanglebih pagi dari biasanya dibelokkanlah motor ijo keluaran tahun 90-an itu kekiri dari perempatan Pathuk (Polsek, Radio GCD). Kamipun melewati daerah yangrimbun dengan pepohonan. Di kanan jalan ada rumah penduduk dengan tanahnya yangmerah dan di kiri jalan ada jurang yang menampakkan daerah Prambanan, Klatendan sekitarnya. Kami menuju ke timur, menuju batu tinggi nan cantik"Gunung Api Purba Langgeran". Sebelum tiba di area Langgeran, kamimelewati daerah Ngoro-Ngoro di mana menara-menara pemancar menjulang ke atasdengan gagahnya, menancap pada hamparan sawah yang berundak. Kami sempatmembaca tulisan di menara-menara tersebut, ada TVRI, Indosiar, RCTI, Trans,dsb. 
Gambar 1. Pemancar yang menjulang

Sekitar 20 menit dari perempatan Pathuk, kamipun sampai di area GunungLanggeran. Sudah ada beberapa motor dan mobil yang berjajar di parkiran. Namunkami menuju Embung dan Kebung Buah terlebih dahulu untuk mengobati rasapenasaran dengan pemberitaan embung yang sedang naik daun. Embung ini terletakdi tenggara Gunung Langgeran. Jalan menuju ke sana sebagian cor blok di awalkemudian jalan berbatu namun halus setelahnya. Makluk jalan ini baru dibangunbersamaan dengan pembangunan Embung. Jalanan semakin menanjak, dan kamipun tibadi bawah Embung Langgeran (embungnya ada di atas bukit). Setelah memarkirkan siSupri (red. motor), kami naik ke atas Embung. Kami melewati tugu/papan namayang belum ada tulisannya dan beberapa durian buatan. Tangga berliku kemudianmenyambut kami untuk mengantarkan ke embung. Langkah demi langkah kamipun tiba di atas embung. 
Gambar 2. Durian di depan embung

Gambar 3. Tangga menuju embung


Subhanallah.......
biru, tenang, tinggi, luas, dingin, berkabut, itulah yang saya rasakan pertamakali
Di selatan embung hamparan dataran yang lebih rendah menyambut kami dengansenyuman kehijauan yang ramah. Di barat embung tulisan Kebun Buah bertahta dibendungan atas bukit. Di timur embung, bukit kehijauan dan sawah sengkedan ikutmenyapa. Dan tentunya di utara embung, Gunung Api Purba bertengger dengan gagahnya.


Gambar 4. Embung Langgeran dan gunung api purba sebagai latarnya

Tak puas menikmati pemandangan yang indah ini, kami mengelilingi embung. Kamijuga naik ke atas bukit di timur embung untuk melihat embung dari perspektifyang berbeda. Hasilnya sama, dilihat dari mana saja tetaplah indah.



Gambar 5. Embung Langgeran dilihat dari sisi timur

Gambar 6. Take a picture ^_^

Gambar 7. Belahan jiwa

Menurut guide yang saya temui, embung ini baru saja diresmikan oleh Sri SultanHB X. Embung ini dibangun dari dana pemerintah DIY. Dana pembangunan embung inisekitar .... milyar (hehe lupa). Kedalaman embung sekitar 4 meter sedangkanpanjangnya 70 meter. Embung ini dibangun menggunakan teknologi Jerman, yaitudengan menggunakan sejenis karpet sebagai dasar embung. Air embung berasal darimata air yang ada di sekitar embung dengan dialirkan menggunakan pralon.Diharapkan pembangunan embun ini dapat bermanfaat untuk kemaslahatan umatkhususnya dalam bidang pariwisata dan perkebunan.

NEXT...LANGGERAN 682 MDPL

Setelah puas menikmati panorama embung, kami melanjutkan perjalanan menuju Gunung Api Purba Langgeran. Kami tiba di pintumasuk Gunung Api dengan adanya loket masuk, kamar mandi, dan pendopo. Tiket masuk seharga Rp 3000 per orang. Namun ada pula paket wisata yang hingga jutaantergantung fasilitas yang ditentukan. Biasanya paket menginap, makan, jelajahmedan, kesenian, dll. Bisanya pula yang menggunakan bule-bule atau orang Indonesiah yang kayah..hehe..

Gambar 8. Pintu masuk Langgeran

Gambar 9. Pendopo di pintu masuk  Langgeran

Gambar 10. Tempat parkir

Gambar 11. Papan informasi

Gambar 12. Petunjuk jalur pendakian

Lanjut,
Kami lalu masuk melewati pendopo. Sebelum mendaki kami melihat dahulu papan informasi, jalur pendakian, adan foto-foto yang dipasang. Setelah agak sedikit paham jalur pendakian kami melanjutkan perjalanan. O ya di dekat pendopo itujuga ada mata air. Di samping mata air ada jalan ke kanan untuk menuju jalurpendakian (wall climbing) dan belok ke kiri untuk menuju puncak Langgeran. Kami mengambil jalur ke kanan dulu untuk melihat dinding pancat setelah itu baru kejalur kiri. Belum lama mendaki kami berjumpa dengan lorong semping (GuoSlumpitan). Kami harus merangkak untuk melewatinya. Perjalanan awal yang lumayan melelahkan karena menanjak. Dan sampailah kami di pos 1. Kami berhenti sejenak.


Gambar 12. Jalur pendakian berupa lorong sempit

Gambar 13. Diding gunung apir purba

Gambar 14. Jalur pendakian

Gambar 15. Istirahat sejenak

Perjalanan dilanjutkan dengan ruang gerak yang agak lebar. Pohon teduh di kanan kiri jalan menambah syahdu suasana. Namun apa daya karena lama tak mendaki danberolah raga; perjalanan menjadi terasa berat. Dengan susah payah saya sampaidi pos 2, 3, 4, dan dengan perjuangan ekstra tibalah dipuncaknya....wuuuuuuaaaaa puncak 682 meter di atas permukaan laut.Puncak yangsama dengan puncak 4 tahun yang dulu kudaki kini bisa bersua kembali. Luar bisaindah sekali...alhamdulillah ga nyangka bisa sampai atas sini. Ada dua puncak,puncak yang utara dan yang selatan. Semuanya indah. Embung Langgeran tampakkecil di tenggaranya. 

Angin sepoi mendayu-dayu
Bahasa kalbu menyeru
Ciptaan Allah sang kuasa
Pemberi guratan di atas bumi karst ini

Pegunungan Seribu, Maret 2013






Gambar-gambar puncak Langgeran 682 mdpl


Monday, April 15, 2013

Ketika Lupa Password Blog

Hampir 2 bulan saya vakum nulis di blog karena : lupa pasword dan (malas;ga boleh ditiru) hehe..
Maka ketika lupa password :
1. Jadi malas menulis
2. Produksi tulisan berkurang

Hal untuk menangani :
1. Mengurus pasword baru di email yang digunakan (alhamdulilah berhasil)
2. Menulis pasword di buku rahasia agar tidak lupa

Selamat ngeblog lagi.....

Saturday, February 2, 2013

Catatan Perjalanan Jogja-Jakarta

Perjalanan Jogja - Jakarta dengan kereta sangatlah sayang jika dilewatkan. APalgi kalau kereta yang digunakan adalah kereta siang (bukan malam yang menampakkan gelap sepanjang jalan). Perjalanan kali ini dimulai dari Jogja menggunakan kereta Fajar Utama Jogja. Lebih detailnya sebagai berikut :

1. Pukul 04.30 --> bangun tidur, subuh, mandi, sarapan

2. Pukul 05.20 --> berangkat dari Gunungkidul menuju Jogja. Kabut putih tipis pegunungan seribu saya tembus dengan mengendarai Supri (motor Supra). Dingin udara menerpa tak menghadang bertemu belahan jiwa. Alhamdulillah Allah masih melindungi selama dalam perjalanan, karena di tengah jalan (tepatnya barat jembatan bunder), saya hampir nabrak truk yang tiba-tiba berhenti di depan saya.

3. Pukul 07.00 --> sampai stasiun Tugu, langsung yang dituju tempat titipan motor. Lama menitipkan motor 6 hari. Wow habis 30 rebuuu. Per harinya 5 ribu. Hiks..hiks..tau gitu ga titip motor dah..Ikhlasin aja deh. Lanjut ke loket penjualan tiket langsung (loket ini buka pada 1 jam sebelum keberangkatan kereta). Karena hari itu hari jumat pagi dan bukan waktu liburan panjang maka alhamdulillah masih dapat tiket. Harga tiket Fjajar Utama Jogja Rp 155 ribu dari tarif normal Rp 125 ribu. Maklum udah diitung tarif akhir pekan.

4.  Pukul 07.45 kereta sudah datang. Saya langsung masuk kedalam. Alhamdulillah dapat gerbong nomor 3, pinggir jendela. Sampai kereta mau diberangkatkan, kok di sampingku belum ada yang ngisi. Ternyata emang kosong. Asyik dapat tidurann..

5. O ya sebelum berangkat (tepatnya di ruang tunggu stasiun) sempat lihat aktivitas kuli gendong. Hiks..hiks..sempat mbrebes. Ada kuli panggul yang sudah sepuh yang masih bekerja mengangkat barang-barang penumpang. Ya Allah betapa hidupku jauh dari kesengsaraan. Betapa hiudpku harus penuh syukur.

6. Menjelang satsiun wates (area persawahan kulonprogo) masih banyak dijumpai burung kuntul hinggap dan terbang. Putih-putih cantik...Pemandangan yang sudah jarang ditemui..

7. Setelah Purworejo dijumpai genangan air yang sangat luas. Ini waduk ? ataukah area sawah yang terkena banjir?

8. Jajanan  khas kereta Jogja-Jakarta --> sale pisang, pomie, kopi, wedang jahe, pecel cirebon, wingko babat, jagung rebus, kacang rebus, kacang bawang, tahu pong, telur asin, dll

9. Desa karanganyar --> musim tandur

10. Stasiun Purwokerto --> very clean

11. Sta Linggapura, anak dan bapak menyeberang rel untuk solat Jumat

12. Kereta ekonomi harus minggir dulu karena akan disalip kereta bisnis atau eksekutif. Makanya lebih banyak telatnya atau butuh waktu perjanan yang lebih lama. Kecuali ekonomi AC.

13. Lewat terowongan gelap. Di daerah mana ya itu? 

14. Sempat lewat sungai Progo, terus sungai apa yang lumayan besar juga di sekitar Tegal.

15. Menjelang stasiun Cirebon, banyak pabrik menjulang di kanan kiri rel. Mungkin termasuk kota industri ya..

16. Menjelang Karawang, di kanan kiri rel dijumpai kolam lebar yang ada gubuk di atasnya. Itu kolam ikan atau tambak udang ya? Terus di area pemukiman penduduk banyak kolam pemancingan terus ramai pula. Bapak-bapak pada mancing ikan.

17. Bekasi --> yuhu kota sebelum Jakarta

18. Jatinegara --> Pemberhentian kereta pertema di area Jakarta. SAya turun di sini karena lojkasi yang mau saya tuju du dekat sini. O ya klo malam di deket stasiun ini banyak bencong dan PSK..hiiii...

Alhamdulillah selamat sampai tujuan.

(nb : untuk kereta ekonomi dan bisnis berhenti di stasiun Pasar Senen, klo eksekutif di Gambir)

Friday, December 28, 2012

Merajut Kehidupan Baru

Bismillah..

Pernikahan bukanlah sekedar pesta pora,
Pernikahan bukanlah sekedar bersatu,

Tapi pernikahan adalah gerbang menuju surga,
Pernikahan adalah janji dua insan manusia
Pernikahan adalah menerima yang kurang, menambahkan yang baik
Pernikahan adalah saling memahami
Pernikahan adalah saling membimbing ke jalan NYa
Pernikahan bukan sekedar ucapan,
bahkan bukan pula tulisa ini yang terpajang di blog,


Thursday, August 2, 2012

Buber Tradisi Ramadhan di Indonesia

Ada yang tahu apa itu buber?^_^

Yah tepat sekali buber singkatan dari buka bersama. Sebuah tradisi yang marak dilaksanakan khalayak umum di Indonesia.Karena ternyata di Timur Tengah acara buber cukup sederhana. Buber banyak dilaksanakan terlebih di bulan Ramadhan ini. Buber terdiri dari acara minum dan makan bersama oleh sekelompok orang untuk membatalkan puasanya. Buber bisa dilakukan di rumah, tempat makan, objek wisata, sekolahan, ataupun tempat2 tertentu. Hal paling asyik ketika buber, selain menyantap hidangan berbuka adalah kebersamaan suatu komunitas tertentu. Nah di bawah ini ada beberapa hal seputar buber.

Macam - Macam Buber :
  1. Buber teman sekolah/kuliah
  2. Buber pengajian TPA di masjid
  3. Buber dengan keluarga
  4. Buber teman kerja/kantor
  5. Buber komunitas 
  6. Buber dgn belahan jiwa (hehe)
Tempat Buber : 
  1. Rumah tercinta
  2. Rumah makan
  3. Rumah teman
  4. Sekolahan
  5. Kantor
  6. Pantai
  7. Tempat wisata
  8. dll
Manfaat Buber :
  1. Silaturahim
  2. Kebersamaan
  3. Keakraban
  4. Kekompakan
  5. Melepas rindu
  6. Hemat uang makan (klo bubernya ditraktir :p)

Sisi Negatif Buber :
  1. Boros uang (klo bubernya ga ditraktir dan di restoran mahal)
  2. Nabrak jam isya dan taraweh (klo bubernya molor)

Impian tentang buber :
*pengen buber bareng anak panti asuhan atau anak-anak di kolong jembatan gitu..biar bisa merasakan orang susah seperti apa, trus biar latihan berbagi dan bersyukur  ^_^ 

Monday, July 30, 2012

Tuliskan Mimpi-Mimpimu

Mimpi tidak hanya sekedar dibayangkan.
Mimpi tidak hanya sekedar diucapkan.

tapi mimpi harus DITULIS,
dan tentunya direalisasikan dengan segenap usaha dan doa.

Mari kita tulis mimpi-mimpi kita. Entah di buku harianmu, buku gambar, notes hp, poster kamar kita, blog, jejaring sosial, ataupun di tempat-tempat lainnya.

Agar tak menguap secepat ketika dibayangkan saja.
Agar tak lupa seperti ketika diucapkan saja.

~GOOD LUCK~

di persimpangan rel


Tempat ini menjadi lebih istimewa semenjak 2 tahun lalu. Ketika penumpang istimewa naik dan turun di sana. Tak peduli sesak pengguna lain. Tak peduli kereta eksekutif ato eko, semua menjadi istimewa. Tak peduli pedangan asongan hingga penumpang eksekutif dengan segala gemerlapnya, tempat ini tetap saja istimewa.

Yah, sebuah persimpangan rel...(red. stasiun)
Tempat yang tlah membuatku tersenyum dan menangis di setiap akhir pekannya.
Tempat di mana bisa kurasakan sedihnya perpisahan dan manisnya perjumpaan.



Apakah terus berjumpa dengan tempat ini?? 
Semoga Maha Pengatur memberikan skenario indah untuk kisah kita.

Wednesday, July 18, 2012

Tips Ujian Skripsi (Pendadaran)

Sekedar berbagi pengalaman pribadi ketika menghadapi ujian skripsi/pendadaran :

  1. Draf skripsi harus sudah dikirimkan ke dosen penguji dan pembimbing minimal 3 hari sebelum ujian dilaksanakan. Klo tidak kekejar seperti saya hehe..ada alternatif lain, kirimkan lewat email.
  2. Memastikan waktu dan ujian skripsi. 
  3. Meminta berita acara ke petugas.
  4. Sms dosen lagi untuk mengingatkan klo hr tsb ujian skripsi.
  5. Membuat file presentasi yang menarik dan jelas. Tidak usah terlalu panjang, cukup 10-15 slide. Lalu simpan dalam format yang berbeda (2003, 2007, 2010) untuk mengantisipasi klo tidak bisa dibuka. Simpan juga dalam beberapa tempat (flashdisk)
  6. Istirahat yang cukup di malam hari. Jangan begadang terlalu malam, ngebut belajar. Belajar sudah dilaksanakan ketika kamu mengerjakan skripsi. Cukup mereview saja. Lebih baik tidur agar esoknya fresh.
  7. Sarapan di pagi hari. Energi dari makanan sangat berguna ketika kita ujian.
  8. Makanan untuk teman2/dosen, biar teman2mu yang mengurusi agar km fokus ujian.
  9. Mempersiapkan sarana presentasi. Seperti laptop, LCD, remote LCD. Bawa/pinjam laptop lebih dari 1 buah untuk jaga2 klo tidak bisa digunakan. Jangan lupa bawa kabel charger.
  10. Datang satu jam lebih awal dari jadwal ujian. Persiapkan alat presentasi lalu coba buka file PPT yang sudah dibuat.
  11. Cobalah berlatih presentasi sambil menunggu dosen datang.
  12. Bersikap ramah dan tenang saat presentasi dan menjawab pertanyaan.
  13. Saat dosen penguji bertanya tunjukkan kesungguhanmu dengan mencatat pertanyaan beliau di buku catatanmu.
  14. Jawab pertanyaan dosen dengan tenang. Sebisa mungkin jawab pertanyaan dosen dengan argumen dan pengetahuan yang kamu punya, jangan diam aja. Tapi klo bener-bener tidak bisa tunjukkan kesungguhanmu dengan mencari jawaban pertanyaan beliau di buku/file2 laptopmu. Klo mentok ga bisa, ya sudah jawab dengan senyuman termanismu..hihi
  15. Optimis...ini skripsimu, kamu yang ngerjain sendiri. Ga usah takut.Optimis kamu bisa.
  16. Berdoa...kepada Allah moga dimudahkan. Jangan lupa pula minta doa restu kepada kedua orangtua, saudara, dan temen2mu.
GOOD LUCK FRIENDS!!!!
JUST DO'A AND DO THE BEST...

Ramadhan

Marhaban ya Ramadhan..
bulan penuh kemuliaan,
penuh pahala,
penuh berkah,

berharap bisa menjalaninya dengan sebaik-baiknya,
ga bolong puasanya,
bisa menjaga hati dan sikap,
bisa berburu pahala
amin

Tuesday, July 17, 2012

Hari Pertama Kuliah

Hari Senin kemarin adalah hari pertama kuliah. Kuliah matrikulasi statistika tepatnya. Seusai sayup-sayup suara adzan, kulangkahkan kaki (eh naik motor ding) menuju kampus. Aku lalu duduk ndlosor di depan pintu masuk gedung kuliah, menunggu temanku, sambil mengerjakan sebuah proyek kecil namun rahasia hehe.. 

Tak ada 10 menit, Lina temanku datang menghampiriku. Kamipun lalu berjalan menaiki tangga menuju lantai 3, ruang kuliahku. Sesampainya di sana, baru kujumpai satu orang mahasiswa. Kami sapa dia dan berkenalanlah kami. Saat itu perkenalan 3 pemuda bangsa lintas pulau terjalin sudah. Gadis itu bernama Florentina, mahasiswa asal Uncen Jayapura (wow ujung timur).

Menit demi menit berganti..teman2 berdatangan. Aku belum sempat kenalan dengan semuanya..maklum punya penyakit (isin), udah pada ambil posisi duduk di tempat masing2 dan dosen datang.

Eng ing eng..
Dosenku datang..seorang ibu paruh baya berperawakan pendek gemuk namun energik, dan ketika udah mulai berbicara sungguh luar biasa. Beliau penuh dengan kata-kata motivasi dan tak jarang bikin humor di kelas. Enjoy banget jadinya...

Acara pertama kuliah adalah sesi perkenalan. Beliau memanggil satu persatu nama mahasiswa yang ada di daftar presensi. Mahasiswa yang dipanggil namanya harus menyebutkan asal sekolah, tahun lulus, jurusan, dan hal yang masih diingat tentang statistika. Beberapa teman memberi jawaban yang lucu, seperti :
- Yang diingat tentang statistika itu gurunya Buk, namanya Pak Handoyo (eng ing eng yang kecantol di ingatan nama gurunya hehe)
- Yang diinget tentang statistika itu yang garis melengkung-lengkung itu Buk (kurva maksudnya :D)
- dll

Nama-demi-nama tlah disebut oleh beliau. Akhirnya sampailah ke namaku. 
Bu Dosen : Mbak Cahyani Eka Romadhoni
Aku : Iya Bu (sambil mengangkat tangan) lalu ngomong bla-bla-bla seperti yang diminta tadi..

Sesi perkenalan akhirnya selesai juga. Hem jadi bisa tau, ada yang dari Sumatra, Jayapura, dll. Ada yang dari UNY, UGM, UNES, UNSUD, UNCEN, UMED, dll. Ada yang lulusan 1994 (salut deh buat ibuk ini yang masih semangat kuliah walo di usianya yg udah banyak), 2003, 2007, 2010, 2011, 2012, dll. 

Lanjut ke materi kuliah..
Pendahuluan : bla..bla..bla..
Bab 1 : bla..bla..bla..

Nah sekarang saya kasih bonus karena mau bulan Ramadhan, silakan Mbak Cahyani Eka Romadhoni maju ke depan mengerjakan soal ini. Wuah...gek kepiye iki..mosok dikon maju, apalagi aku udah ngitung dapatnya 30 dan temanku 20, teman yang lain juga 20. Akhirnya aku maju di depan. Menulis di papan tulis, mengutak atik angka. Tetep ketemunya 30. Aku mundur selesai. Liat jawaban temanku masih 20, aku maju lagi. Tak hapus semua garapanku, tak ulang ngerjain lagi... (maaf ya Bu kelamaan nih saya). Dan tetep aja hasilnya 30. Ya udah pasrah aja, saya pun balik duduk.

Sang dosen kemudian mengoreksi jawabanku, dan ternyata "benar"...hore..hore..sorak sorak bergembira...Semoga ini adalah awal yang baik. Amin..Eh tapi habis itu suruh ngerjain lagi soal2 gek aku kepontal-pontal terus. Temen2ku kaya kereta eksekutif aja jalannya, gek aku bagaikan kereta ekonomi yang jalannya lambat, bentar2 berhenti (tanya temen di sebelahku cara ngerjain soal), hihi.

Tak terasa, perkuliahan pertama statistika yang berturut-turut dari jam 12.30-14.20 inipun berakhir juga. Saatnya pulang...^_^


Inilah pengalaman kuliah pertamaku, how about you?^_^

Sunday, July 15, 2012

Bermimpilah dan Mimpi Itu Akan Menjadi Nyata

9 bulan yang lalu.... di suatu malam yang cerah, aku hanyalah seorang manusia biasa yang belum punya apa2, bahkan mimpi sekalipun. 

Malam itu, aku hanyalah mahasiswa biasa, yang diajak oleh seorang mahasiswa luar biasa. Namanya Mbak Arinda. Dia akan menghadiri acara pelepasan wisuda yang diselenggarakan oleh kampus. Namun sayang orantuanya tidak bisa hadir menemani. Akhirnya dia mencari 2 orang pendamping wisuda. Salah satunya saya. Yah saya yang terpilih....

Saat itu saya baru pertama kalinya menghadiri acara pelepasan wisuda. Saya juga belum mendapat gambaran seperti apa acara pelepasan wisuda itu. Saya hanya mendapat instruksi dari Mbak Arinda untuk memakai pakaian sopan rapi dan ditunggu di depan kampus pukul 7.

Pukul 7 malam akhirnya saya bertemu Mbak Arinda di depan gerbang kampus. Ternyata kami harus presensi dahulu. Petugas mengecek jumlah pendamping dan.......memberi kami nasi box lengkap dengan buah jeruknya ^_^. Kami lalu masuk ke halaman kampus yang sudah ditata sedemikian rupa (panggung, tenda, kursi, dll). Saya, Mbak Arinda, dan temannya memilih duduk di bawah sayap barat. Kami lalu menyantap makanan yang sudah kami terima. Sambil menikmati makanan, saya melihat peserta pelepasan wisuda berdatangan. Ada yang bersama orang tua, saudara, teman, dan pacar..hehe. Semuanya sumringah. Sepertinya malam itu, kampus bertaburan kebahagiaan dan senyuman.

Acarapun dimulai...
-pembukaan
-doa
-nyanyi himne dan mars
-sambutan-sambutan
-kata pamit wakil orangtua mahasiswa
-kata pelepasan dari dekan

dan....pemberian penghargaan kepada mahasiswa *berprestasi*


Saat itu saya duduk tepat di samping Mbak Arinda, asyik menyaksikan mahasiswa berprestasi dari matematika dipanggil maju ke depan. Namun ada satu hal yang membuat saya kaget, MC acara memanggil nama Mbak Arinda sebagai mahasiswa terbaik dari Pendidikan Fisika. Wow..saya kaget dan langsung mengucapkan selamat kepada Mbak Arinda. Gak ada bau-baunya Mbak Rinda bakalan maju, lha wong diam aja..eh tiba-tiba dipanggil. Memang begitulah oang pandai...seperti padi, semakin berisi semakin menunduk. 

Gambar 1. Mbak Arinda dan Pialanya


AKU BERMIMPI
Saat Mbak Arinda maju ke depan menerima piala, dari sayap barat tenda itu, 
aku bermimpi...
aku berdoa..
aku ingin seperti Mbak Arinda..
Aku ingin maju menerima piala itu..
Gambar 2. Foto bersama Mbak Arinda


MIMPI ITU MENJADI NYATA
1 Juni 2012, didampingi kedua orangtuaku dan adik ponakanku, kami datang ke acara pelepasan wisuda...Yah ini pelepasan wisudaku. Saya duduk terpisah dari pendampingku karena aturan posisi tempat duduk yang berbeda. Saya duduk bersama teman2 satu prodi. Saya ingin meniru hal yang baik dari Mbak Arinda. Saya diam, gak banyak omong. Dan..mimpi 9 bulan yang lalu menjadi kenyataan..saya dipanggil maju ke depan seperti Mbak Arinda...

Alhamdulillah Ya Allah..
Engkau Kabulkan Mimpiku..
Bahkan lebih...engkau hadirkan kedua orangtuaku di malam itu,,,
bahagia bisa membuat mereka bahagia..

Gambar 3. Mimpi Itu Menjadi Nyata




Sunday, May 6, 2012


Pembagian Job Cahya’s Family
Kami memiliki kebiasaan yang unik dalam menjalani kehidupan keluarga. Salah satunya tentang pembagian pekerjaan rumah. Pembagian pekerjaan rumah ala keluarga kami, sebagai berikut :
1.      Memasak
Pekerjaan yang satu ini, secara umum masih didominasi oleh ibunda tercinta. Apalagi ketika saya masih di Jogja, maka ibu yang pokok memasak di rumah. Pas saya balik ke rumah di akhir pekan maka saya yang disuruh memasak. Dan tak jarang pula kami masak berdua. Kalau pas ibu baru rapat sampai sore ato pas jaman kuliah ato pas masakannya gak cocok sama bapak, maka bapak masak sendiri. Bapak paling sering masak ca kankung dan mie rebus, hehe..


2.    Membuat minum
Sekitar 20 tahun, keluarga kami memiliki kebiasaan membuat teh di pagi hari. Teh ini dalam bahasa jawa biasa disebut nasgitel (panas, legi, kenthel) artinya teh yang panas, manis dan kental. Hemm...nikmat banget diseduh dipagi hari yang dingin...Kebiasaan ini sudah turun temurun dari simbah-simbah kami. Ibu, saya, dan bapak secara bergantian membuat minum teh di pagi hari.

Namun di satu tahun terakhir ini, cucumu yang nakal (saya sendiri, hehe) membuat perubahan baru. Perubahan itu adalah kebiasaan minum teh manis di pagi hari dikurangi. Sekarang kami jarang minum teh di pagi hari. Kami sekarang lebih banyak menkonsumsi air putih. Teh hanya kami buat ketika ada tamu (eh hampir tiap hari ada tamu lho..gek klo ada tamu tuan rumahnya juga ikut bikin teh..hehe...yaudah ngeteh lagi deh ). Nah yang bertugas membuat minum teh untuk tamu adalah saya sendiri. Baik tamu di rumah simbah ato rumah saya sendiri. Kalau tidak ada saya di rumah maka yang buat minum ibu, klo tidak ada baru bapak, klo tidak ada lagi baru simbah. Wuih kalau pas musim lebaran..hemm kaya restoran aja deh..bisa sehari buat 100 gelas teh...trus bikinnya 10 gelas dulu, trus tamunya pergi dicuci gelasnya..trus buat lagi...trus cuci lagi..trus nggodok wedang juga..hehe..

3.    Menyapu
Tugas ini adalah tugas pokok saya ketika ada di rumah. Baik halaman luar maupun dalam..baik rumah saya sendiri ataupun rumah simbah...haha karena luas maka lama aja nyapunya...kalau capek sih tidak terlalu..selain karena pekerjaannya termasuk ringan, juga karena sudah terbiasa..Eh ketika saya tidak ada di rumah maka yang menyapu ibu atau simbah putri.

4.    Mengepel
Nah kalau pekerjaan yang satu ini menjadi tugas pokonya bapak. Hehe..lha terus anaknya kemana...kok malah bapaknya yang ngepel...??:p  anaknya nyapu dong..habis disapu dipel sama bapak..kalau pas jaman smp-sma saya juga sering ngepel..tapi semenjak kuliah saya jarang atao bahkan hampir ga pernah ngepel..

5.    Mencuci baju
Nah dalam keluarga kami, mencuci baju dilakukan sendiri-sendiri. Bapak mencuci bajunya sendiri (via kuchek alias tangan dan sikat, hehe coz gak bisa pake mesin cuci dan katanya biar sambil olahraga). Ibu mencuci bajunya sendiri. Saya mencuci baju sendiri. Ada kalanya saya mencucikan baju bapak ibu. Ibu mencucikan baju saya dan bapak (eh tinggal titip di mesin cuci). Bapak mencucikan baju ibu (kasihan nih, pake tenaga manusia). Trus kalau saya mencucikan bajunya simbah.

6.    Mencuci gelas piring
Kami punya kebiasaan setelah makan masing-masing anggota keluarga langsung mencuci piring dan gelasnya sendiri-sendiri. Jadi ini meringankan pekerjaan rumah. Namun untuk kotoran pas masak (panci, sotil, irus, baskom, dll) biasanya saya yang bertugas mencuci. Juga pas gelas-gelas ketika ada tamu datang.

7.    Menjemur pakaian
Nah biasanya kami mencuci secara bersamaan pas akhir pekan. Setelah pakaian dicuci, semuanya diserahkan kepada saya. Saya yang bertugas menjemur pakaian-pakaian itu. Saya palaing sering menjemur di halaman samping rumah. Tepat banget cahaya matahari di pagi hari mengenai pakaian itu. Kalau pas hujan, jemurnya di dalam rumah, di bagian penghubung rumah saya dan simbah.

8.    Ngasih makan ayam, ikan, dan my lovely animal (kucing)
Secara bergantian kami bertiga melakukan pekerjaan ini. Terutama ngasih makan kucing, hampir semuanya ikut ngasih makan, juga simbah. Klo ngasih makan ikan paling sering mbah kakung dan bapak. Kalau ngasih makan ayam paling sering ibu dan bapak.

9.    Menyiram tanaman
Nah itu dulu adalah tugas utamaku..tapi karena udah di Jogja maka bapak yang sering nyiram tanaman..sebenarnya pas akhir pekan saya bisa menyiram tanaman tapi karena kena penyakit males maka terbengkalailah tanaman itu..hua...stop..nulisnya..tak nyiram tanaman dulu deh...hehe..

Friday, March 30, 2012

Jelajah 7 Pantai Selatan Gunungkidul

Beberapa saat yang lalu saya mendapat kesempatan untuk menjelajahi pantai-pantai yang ada di Kabupaten Gunungkidul. Kami melakukan perjalanan menggunakan motor dari pagi sampai sore hari. Ada 7 pantai yang berhasil kami kunjungi, antara lain :
1. Pantai Sundak
Gambar 1. Pantai Sundak
Sumber : http://www.jogjawae.com/wp-content/uploads/2011/12/pantai-sundak.jpg


Ini adalah pantai yang pertama kali saya kunjungi. Pantai ini terletak di desa Sidoharjo, kecamatan Tepus. Kami hanya mampir sebentar di Pantai ini. Tak sampai memarkir motor, kamipun melanjutan perjalanan ke pantai selanjutnya.

2. Pantai Indrayanti

Gambar 2. Pantai Indrayanti pagi hari (sebelum ramai)

Pantai ini adalah pantai yang baru ‘hit’ di Gunungkidul. Lokasinya sama dengan Pantai Sundak, yaitu di Desa Sidoharjo, kecamatan Tepus. Konon cerita orang-orang, eh atau fakta?Pantai ini digunakan untuk syuting iklan salah satu motor yang ada di Indonesia. Pantai ini juga sudah digunakan untuk syuting berbagai acara di Trans TV, Trans7, Jogja TV,, dan entah apa lagi. Berbeda dengan pantai Gunungkidul yang dipenuhi batu karang, pantai ini memiliki daratan pantai yang panjang dengan pasir putihnya.

Kami tiba di sana masih pagi. Belum begitu banyak wisatawan yang datang. Parkir motor masih leluasa dan bahkan tidak ditarik tarif parkir. Debur ombak mengalun. Payung-payung berjajar di sepanjang pantai menanti para wisatawan datang berteduh. Restoran Indrayanti masih sepi pembeli namun dapur sudah mengepul, ikan-ikan dibakar, aroma sedap nian, hemm menggugah selera. Namun ini masih pagi, belum saatnya makan. Kami melanjutkan perjalanan dengan tujuan yang tak tau mau kemana.

Saat melanjutkan perjalanan, kami melihat gerbang jalan yang cukup unit di sebelah selatan jalan. Letaknya tidak jauh dari Pantai Indrayanti. Kami penasaran, kamipun ke sana. Sesampai di sana, kami mendapati rumah joglo jawa tradisional yang ternyata disewakan untuk penginapan. Rumah ini terletak di atas bukit. Sungguh menakjubkan ketika membuka jendela atau pintu rumah ini, kita langsung disuguhi pemandangan Pantai Indrayanti yang luar biasa indahnya. Di bawah bukit juga terdapat area persawahan yang indah.

3.    3.  Pantai Pok Tunggal
Gambar 3. Pantai Pok Tunggal yang sepi

Tak lama kami melaju dari joglo penginapan, kami mendapati tulisan yang menunjukkan arah ke Pantai Pok Tunggal. Kami penasaran lalu ingin mencoba ke sana. Mula-mula jalan mulus karena sudah dicor blok. Namun sayangnya cor blok berkahir dan berganti dengan jalan yang rusak dan jauhnya minta ampun. Eh tapi agak seneng juga, saya bisa melihat buah skrikaya berbuah di kanah-kiri jalan. Bener-bener kaya tumbuhan liar, tidak ada yang memetik sampai busuk di pohon. Pengen banget metik, tapi ya itu bukan mikik kita. Jadi saya cuma bisa ngiler liatin srikaya gede-gede sepanjang jalan.

Sesampainya di pantai..
Wow pasir putih, ombak beralun, ada sumber mata air tawar, tak ada rumah, tak ada fasilitas umum,dan ada sepasang kekasih (mungkin penganten) sedang kemah di sana. Wah asyik kayaknya..
4.     
           4.  Pantai Timang
Gambar 4. Kereta gantung Pantai Timang

Usai mengunjungi Pantai Pok Tunggal kami akhirnya menentukan tujuan bahwa kita akan pergi ke Pantai Siung. Dengan percaya diri kami melajukan motor ke arah timur menuju Pantia Siung. Eh..tak dinyana, tulisan Pantai Timang yang berada di selatan jalan membuat kami tergoda. Rasa penasaran dan petualangan kami kembali muncul. Motor kami belokkan ke arah Pantai Timang.

Jalannya menipu seperti di Pantai Pok Tunggal tadi. Mula-mula cor blok (cuma sebentar) lalu dilanjutkan jalan berbatu yang luar biasa susah, yang tak ada habis-habisnya. Hem..pokoknya kalau ke sana jangan pake sembarang motor. Pakailah motor atao mobil trail, atao truk juga boleh. Motor bebek seperti ini hanya akan membuat sakit sang motor dan sang pengendaranya. Kami sempat mogok di tengah jalan. Mau menyerah kembali pulang karena jalannya luar biasa sulit. Tapi kepalang tanggung, sudah sejauh ini, apalagi pantainya sudah keliahat. Hem heran deh kok trans tv dan trans7 dan tv lain bisa syuting di tempat ini. Pake apa mereka ke sini...? Akhirn-akhir ini saya ketahui mereka memakai mobil yang memang didesain untuk medan seperti ini.

Kembali ke pantai...kami akhirnya samapai juga di sana.  Wow pantainya indah...tapi gak bisa kami jangkau karena berada di bawah. Kami berada di atas bukit lalu menuju kereta gantung. Hemm kereta gantung horor...Kereta ini terbuat dari kayu yang kemudian disatukan dengan kayu lain menggunakan skrup. Kereta ini lalu diletakkan di atas tali yang terhubung antara bukit satu dengan bukit yang lain..dan yang paling ngeri...di bawah tali itu terdapat laut dengan ombak yang buas dan karang yang tajam. Waduhh..ngeri membayangkan kalau sampai jatuh kebawah..Herannya kok host tv (padahal cewek) berani naik tuh kereta..hihi...

Di perjalanan kami menjumpai warga sedang kerja bakti membangun jalan. Sungguh elok sekali gotong royong mereka. Tua-muda dikerhkan untuk menggambil datu di atas bukit-bukit cadas. Batu itu kemudian dibawa dengan cara (dilempar) ke bawah. Batu lalu ditata sedemikian hingga di jalan.

5.    5.  Pantai Jogan

Gambar 5. Pantai Jogan

Mari kita lanjutkan perjalanan...Sisa-sisa tenaga kami kerahkan untuk melanjutkan perjalanan ke Pantai Siung. Letih, lapar, panas, semakin mendorong kami untuk smapai di Pantai Siung. Namun begitulah...tawaran itu muncul lagi. Tawaran dari sebuah plang kayu sederhana bertuliskan Pantai Jogan. Dan begitulah jiwa kami, tak mampu menolak tawaran itu. Alhamdulillah untungnya tidak jauh lokasinya dan jalannya sudah dicor blok semua. Dan yang sangat membahagiakan, ada pantai yang indah di sana, ada fasilitas walau sederhana, dan..... air terjun nan indah..air terjun yang lansung jatuh ke laut..

6.    6.   Pantai Siung
Gambar 6. Dinding Panjat Pantai Siung
Sumber : https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRbdIM9BsPJ378Y1NpIbbJccwlIBYzdYBQCGPFcK19TJwM8Vq5ChQ_C9j-Zm39J53UInxemd3JdbEsmmuD8vwObZgzatx0r0KCLRqztU62muS7s-kHTfVn4RrxuatzuqEIqqmWoF1UWPG2/s1600/tebing+di+pantai+siung+yogyakarta.JPG 

Akhirnya setelah singgah diberbagai pantai, sampai juga kami di Pantai Siung. Pantai ini memiliki keunikan yang berbeda dengan pantai lain. Pantai ini memiliki dinding panjat yang sudah bertaraf internasional. Saat ke sana kami mendapati beberapa orang sedang melakukan panjat tebing. Ih ngeri banget liat orang panjat tebing di batu karang..yah..ketika nyawa bergantung pada seutas tali. O ya di pantai ini kami sempat membeli ikan segar, entah ikan apa namanya tapi cukup besar. Lumayan deh buat oleh-oleh rumah.^_^

Kami lalu solat duhur di sini. Rencananya kami juga pengen maem siang di sini. Namun belahan jiwaku sudah tergoda oleh sajian berbagai aneka masakan laut di restoran Pantai Indrayanti tadi. Jadi kami memutuskan kembali ke sana untuk makan siang. Sayangnya sesampai di sana, keadaan berubah 180 derajat. Parkir penuh, bus-bus pariwisata, mobil luar dan dalam kota, motor, memenuhi are aparkir sampai parkir di jalan-jalan. Pantai sudah penuh dengan wisatawan. Payung pantai yang tadi tak berisi sekarang penuh, tidak ada yang bisa disewa lagi. Dan....restoran penuh..bahkan untuk mencari tempat duduk di saungpun tidak ada. Yah kamipun harus mencari alternatif lain..

7.    7.  Pantai Sumaong
Gambar 7. Pantai Sumaong

Alternatif lain adalah amakan ditempat lain. Kamipun terdampar di Pantai Sumaong yang lebih sepi daripada Pantai Indrayanti. Pantai ini terletak di antara pantai Indrayanti dan Pantai Sundak. Menurut salah seorang pekerja yang ada di pantai ini, sunset paling bagus dilihat dari pantai ini. Sebenarnya kami sudah melewati pantai ini ketika kami melakukan perjalanan dari Pantai Sundak menuju Pantai Indrayanti.

Kami lalu memesan saung kecil yang untuk duduk sebentar aja harus bayar sewa Rp 10.000. Tapi untungnya kebagian tempat duduk juga, karena tak lama setelah saya pesan, wah satu bus wisatawan, dan entah berapa mobil wisatawan datang menyerbu pantai ini. Hem...tak apalah..memangdang pantai Sumaong indah sekali. Kyaknya sih menghadap ke barat. Tak lama..eh lama ding..kami menunggu akhirnya makanan yang dipesan datang juga. Wow kepiting besar banget...trus ikan yang masih panas habis digoreng. Alhamdulillah ya Allah nikmat sekali. Baru kali ini saya makan kepiting..hihi...

Mentari mulai tergelincir ke ufuk barat. Kamipun pulang...dengan segudang pengalaman. Pengalaman berharga menjelajahi 7 pantai selatan Gunungkidul. Jika ada kesempatan lagi, bolehlah kami mengunjungi pantai-pantai lainnya. ^_^